Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Maret 2010

Sepuluh Kepribadian Ganda Orang-Orang Kreatif


sebenarnya ini dah lama ya artikelnya....aku copas aja deh...sekedar share aja....wakakaka dulu sempat aku publish demi sebuah pembelaan pada diriku sendiri ...wakakakakaa
Beberapa orang kreatif itu memang juga sekaligus gila, tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang sebenarnya baik-baik saja, tapi pada awal karirnya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak idiot. Hingga kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejumput rasa tidak percaya dan tidak mengerti. Apa yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka? Menurut Mihaly Csikszentmihalyi, seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahpahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain. Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus 'bertarung', tapi di sisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh.
Apa saja sifat-sifat kontradiktif mereka?
1. Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.
2. Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan.
3. Orang-orang kreatif adalah orang yang playful, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan 'mainannya'.
4. Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.
5. Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.
6. Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.
7. Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka. Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan 'keras' dibanding perempuan pada umumnya.
8. Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur 'perbaikan' atau 'peningkatan' yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.
9. Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnya. Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.
10. Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian ('cara yang benar'), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.

KEPRIBADIAN ORANG KREATIF

Saya dapet dari browsing2 nih...artikelnya nice banget, tentang kepribadian orang2 kreatif...hehehehe...selamat membaca... :p


Beberapa orang kreatif itu memang juga sekaligus gila, tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang sebenarnya baik-baik saja, tapi pada awal karirnya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak idiot.

Hingga kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejumput rasa tidak percaya dan tidak mengerti. Apa yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka?

Menurut Mihaly Csikszentmihalyi,
seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahpahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain.

Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus ‘bertarung’, tapi di sisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh. Apa saja sifat-sifat kontradiktif mereka?



1. Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi,

tapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.


2. Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas,
tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan.


3. Orang-orang kreatif adalah orang yang playful,

tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria.

Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan ‘mainannya’.


4. Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi,

tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.


5. Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert.

Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.


6. Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya.

Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.


7. Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka.

Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan ‘keras’ dibanding perempuan pada umumnya.


8. Orang-orang kreatif adalah pemberontak,

tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur ‘perbaikan’ atau ‘peningkatan’ yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.


9. Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya,

tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnya. Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.


10. Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan.

Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa.

Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian (‘cara yang benar’), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.

SATU TUBUH DENGAN 24 KEPRIBADIAN.

SATU TUBUH DENGAN 24 KEPRIBADIAN.Kisah Nyata Billy
KEPRIBADIAN ganda, hingga kini masih menjadi rahasia terbesar dunia
psikiatri. Teori ilmiah yang dicoba dirangkai untuk menjelaskan fenomena
ini sering kali berbenturan dengan fakta di luar jangkauan akal sehat.
Setelah Sybil, guru taman kanak-kanak dengan 16 kepribadian mengguncang
dunia pada era 70-an, tak banyak literatur ilmiah populer yang mengungkap
fenomena kepribadian ganda. Tulisan Daniel Keyes yang muncul di era 80-an
ini kemudian memberikan banyak pencerahan.
24 Wajah Billy telah mengguncang Amerika, bukan hanya di kalangan ilmu
jiwa melainkan juga masyarakat awam. Kisah kriminal yang dilakukan pria
dengan 24 kepribadian ini serta politisasi proses penyembuhan Billy
menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh dalam Sybil.
Kisah Billy, pemuda sekaligus pemudi, orang dewasa sekaligus anak-anak
yang terjebak dalam satu tubuh ini jelas akan memberikan pencerahan buat
masyarakat awam maupun ahli ilmu jiwa di negeri ini. Kisah nyata Billy
dengan beragam konflik dan penistaan yang dialaminya, diangkat apik oleh
Keyes. Sehingga, beberapa adegan kontroversial yang dilakukan Billy tetap
dapat disimak tanpa menimbulkan rasa jengah. Pengemasan yang cerdas
membuat kalimat yang terurai mudah dipahami namun tetap sarat makna.
Langkah Qanita menerjemahkan buku ini dan melemparkannya pada publik pada
Juli lalu, bisa saja menjadi sumber inspirasi kalangan ahli maupun
penulis ilmiah populer di Indonesia untuk mengangkat fenomena langka ini.
Qanita pernah sukses ketika menerbitkan kisah Torey Hayden, guru asal
Amerika Serikat (AS) yang mencuat karena kiprahnya dalam menangani anak-
anak berkebutuhan khusus. Tak lama setelah seri Torey Hayden menangguk
sukses di Indonesia, Qanita berhasil menggiring seorang ibu berputra anak
autisme menerbitkan kisah hidupnya ke khalayak.
24 Alter ego
Kisah nyata Billy jelas akan menyedot konsentrasi, karena lompatan 24
nama tokoh alter ego bisa timbul tiba-tiba, kapan pun, di mana pun.
Namun, lebih jauh dari itu, kisah Billy sang psikotis yang piawai melukis
ini telah menyeret realitas kehidupan sosial negara adidaya dengan segala
implikasinya.
Billy lahir dan dibesarkan dalam keluarga submarginal yang terseok-seok
bertahan dalam tekanan ekonomi dan liberalisme budaya. Keadaan makin
buruk bagi Billy ketika ia menjadi korban perilaku seksual menyimpang
saat usianya masih sangat belia.
Tarik ulur politis yang kerap menghambat penyembuhan Billy kian
menguatkan kenyataan bahwa sesempurna apa pun sistem yang diterapkan
negara adidaya tersebut, hak kaum jelata tetap kerap terpinggirkan.
American dream ternyata tak seindah opini yang kerap dilontarkan publik
AS.
Nyatanya, penyimpangan terjadi di mana-mana, pertanyaan besar tentang
eksistensi manusia dan humanisasi merajalela. Billy, mungkin menjadi
simbol betapa jargon-jargon kejayaan AS tak mampu menutupi masalah
psikososial yang dihadapi masyarakatnya.
Misteri yang tak terjawab
Kendati sejak awal diproklamasikan sebagai buku ilmiah populer,
pertanyaan besar justru luput dijawab Keyes. Misteri penyebab munculnya
24 kepribadian dalam satu tubuh tak sedikit pun diungkap buku ini.
Kendati secara teoretis masih terdapat pertentangan antar para ahli,
semestinya perkembangan terkini teori kepribadian ganda idealnya tetap
dinukil.
Catatan lainnya, 24 wajah Billy juga menyiratkan kondisi bahwa
perkembangan pemahaman kesehatan jiwa, ternyata tak berbanding lurus
dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran fisik. Kenyataan itu
ternyata tak hanya terjadi di negara-negara berkembang termasuk
Indonesia, namun juga di masyarakat modern AS.
Gangguan jiwa kerap disepelekan, tak diwaspadai secara dini. Akibatnya,
kerusakan telanjur menjadi kronis dan sulit disembuhkan. Dampaknya, bukan
hanya si penderita yang mengalami penderitaan karena sulit beradaptasi di
lingkungan sosial, masyarakat di sekitarnya juga terancam terkena
dampaknya.
Penderita gangguan perilaku seksual yang tak segera ditangani berpotensi
berubah menjadi pelaku kejahatan. Korban mereka pun di masa datang
bukannya tak mungkin akan berubah menjadi mimpi buruk bagi komunitasnya.
Lingkaran mengerikan yang jelas tak mudah ditangani itu turut mewarnai
kisah Billy.
Ketiadaan penjelasan tentang munculnya alter ego dari dua jenis kelamin
berbeda dengan rentang usia yang sangat beragam membuat pembaca merasa
tak tuntas. Bagi mereka yang masih penasaran, menjelajahi perpustakaan
dan browsing di internet untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih
menggantung menjadi solusi utama.
Pertanyaan paling mendasar bagi pembaca awam adalah pemicu munculnya
lebih dari satu alter ego pada satu tubuh manusia. Pertanyaan berikutnya,
bagaimana proses pemulihan yang harus dilalui bagi yang memiliki
kepribadian ganda.
Misteri selanjutnya adalah pertanyaan apakah orang yang berkepribadian
ganda tetap dapat hidup normal dan bersosialisasi dengan wajar di
lingkungan publik. Apakah penyatuan kepribadian-kepribadian unik itu
menjadi solusi satu-satunya?
24 Wajah Billy memang tak secara tuntas menjawab pertanyaan-pertanyaan
itu. Keyes mungkin sengaja memancing perhatian publik terhadap fenomena
kepribadian ganda.
Tanggapan
Buku yang diklaim penerbitnya laku keras ini dikomentari positif oleh
penulis Sybil, Flora Rheta Schreiber. "Benar-benar membuat shock," ujar
Schreiber.
Sementara itu, Sarlito W Sarwono, psikolog yang juga penerjemah Sybil
menyatakan buku 24 Wajah Billy merupakan kisah nyata yang sangat
memikat. "Bermanfaat bagi para profesional maupun awam," kata Sarlito.
Di negeri asalnya, buku ini sukses meraih nominasi Edgar Ward dalam
kategori kisah nyata kriminal terbaik. Ajang ini diselenggarakan oleh
asosiasi penulis misteri AS.
Berikut adalah beberapa kepribadian yang menghuni sosok Billy:
Antara lain, Philip, penjahat kelas teri.
Kevin, otak sebuah perampokan toko obat. April, wanita dengan satu ambisi
membunuh ayah tiri Billy. Adalana, lesbian kesepian dan haus cinta, ia
memakai tubuh Billy dalam pemerkosaan yang menyebabkan Billy ditangkap.
David, anak lelaki 8 tahun, si penanggung rasa nyeri. Ragen, berbahasa
Serbo-Kroasia, dan sang guru Billy sendiri digambarkan sebagai lelaki
muda yang tersiksa, amnesia, dan kerap menemukan dunianya terpecah-belah
dan menakutkan. Billy tak memiliki kendali atas tindakan pribadi-pribadi
lain yang bersemayam dalam dirinya.
Billy Milligan ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena penculikan dan
pemerkosaan tiga wanita di kampus Ohio State University. Namun kemudian,
atas dasar alasan kegilaan, pengadilan membebaskannya.
Meragukan kisah Billy dan menganggap fenomena kepribadian ganda hanya
isapan jempol dan akting sempurna seorang penipu?
Sketsa lukisan yang disisipkan dalam 24 Wajah Bila membuktikan kisah ini
direka dari fakta nyata. Beragam lukisan dengan pulasan yang eksotis
dilukis mencerminkan eksistensi tiap kepribadian Billy.
Buat penikmat seni lukis, pasti akan tergoda memiliki salah satu lukisan
fenomenal itu. Bagi kaum awam, coretan tangan Billy menggugah inspirasi
dan menggoda angan untuk membayangkan betapa misteriusnya sosok Billy
dengan 24 karakter yang berbeda satu sama lain.
Penulis
Daniel Keyes lahir di New York. Meraih gelar sarjananya dari Brooklyn
College. Novel pertamanya, Flowers for Algernon (difilmkan dengan judul
CHARLY) memenangi sejumlah penghargaan.
Tulisannya dalam buku itu menjadi bahan kajian di berbagai sekolah
menengah umum dan sekolah setingkat akademi di seluruh AS. Keyes dan
istri serta dua orang putrinya yang sudah dewasa kini tinggal di Florida.
Dalam situs pribadinya, www.astraeasweb.net terungkap bahwa kisah hidup
Billy Milligan akan diangkat ke dalam layar lebar. Sejumlah aktor
Hollywood papan atas disebut-sebut menjadi kandidat pemeran Billy. Nama
Leonardo DiCaprio menjadi salah satu aktor yang berpeluang besar
memainkan tokoh Billy.
Hingga kini, kabar terakhir dari Billy Milligan nyaris tak terdeteksi.
Billy terakhir kali memberikan pernyataan pada publik melalui situs
tersebut dengan mengkritik keras sistem perawatan di sejumlah institusi
kesehatan jiwa milik pemerintah AS.
Ia tak menyebutkan apakah kepribadian-kepribadian dalam dirinya telah
menyatu. Namun, dalam babak-babak terakhir tulisan Keyes terungkap bahwa
Billy masih berjuang keras meraih dan menyatukan potongan-potongan
jiwanya dengan terapi psikiatris.
Billy juga mengkritik keras sikap psikiatris di negerinya yang tak pernah
tuntas menyelesaikan masalah kepribadian ganda. Puluhan hingga ratusan
pasien kepribadian ganda malah menjadi komoditas penangguk keuntungan.
Rumah sakit dan dokter dianggapnya membebankan biaya perawatan yang tak
wajar.
Kemarahan Billy yang terungkap dalam kritik pedasnya pada institusi
birokrasi dan rumah sakit mencerminkan dendam seorang pengidap kelainan
jiwa yang harus melalui proses penyembuhan yang panjang namun tak kunjung
sembuh.
"Sistem yang ada di negeri ini harus diubah total. Seorang penderita
penyakit jiwa akan makin kronis dengan sistem ini. Mereka jadi objek dari
sebuah kejahatan ekonomi yang kejam. Negara ini juga mampu membuat
seorang yang sehat menjadi sakit dengan sistemnya yang tak waras," tegas
Billy, entah kepribadian siapa yang muncul saat Billy menegaskan sikapnya
tersebut. Atau, itu adalah pernyataan Billy yang telah utuh?

KEPRIBADIAN GANDA


KEPRIBADIAN GANDA
Pada umumnya penderita kepribadian ganda adalah orang-orang yang mengalami trauma masa kecilnya, dimana penderita akan mencoba untuk melupakan trauma-trauma yang dihadapinya dengan menciptakan karakter-karakter baru.
Kepribadian ganda adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami dis-integrasi kondisi ego sebagai senjata untuk menjauhkan pengalaman buruknya dari dirinya, sehingga dia dapat menjalani hidup sehari-hari sebagai orang lain yang seolah tidak pernah mengalami pengalaman traumatik tersebut. Setiap pribadi menguasai tubuh si penderita secara bergantian, dan mengakibatkan setiap “pribadi” mengalami amnesia pada saat pribadi-pribadi yang lain sedang aktif.
Banyak kontroversi mengenai kepribadian ganda. Sebagian melihat kepribadian ganda dari sisi mistis, dimana satu tubuh dirasuki oleh banyak roh, secara bergantian. Sebagian yang melihat kepribadian ganda hanyalah blow up komersial dari para psikiater, dan lain-lain.

Apa sih psikopat dan apa sih kepribadian ganda itu?


- psychopaat / psikopat adalah;
seseorang yg dengan keadaanmentalnya berbahaya
bagi kelestarian hidup masyarakat sekitarnya.

psikopat dapat disebabkan ;
sesuatu penyakit yg ada di otak, yg mengganggu
kenormalan berpikir, juga dikarenakan kecelakaan.
juga disebabkan karena keturunan.

penyembuhannya ; dengan psychopatteraphy

- kepribadian ganda ;
penyakit yg menyebabkan seseorang merasa dan
berpikir, bahwa dalam dirinya ada dua orang / dua
kepribadian.

seseorang dengan penyakit dua kepribadian ini,
sering dalam tindakannya sehari-hari ; berbicara sendiri
se-akan-akan ada orang lain disampingnya.

penyakit ini pun dapat disebabkan ;
karena keturunan

penyembuhannya juga dengan therapy.